Kau seperti jejak yang hilang dari pandang, menyelinap dalam darah dan terbata mengejaMu. Berdiang risau di perjalanan berkawan sunyi. Tapi bukan sepi!
Kau seperti kata yang berlari di alun bimbang, berebutan tak tersusun dan selalu saja mengintaiku dari kejauhanMu.
Kau, seperti rakit yang berdayung di arus deras, patah Kau dalam alun kutatah jua untuk sampai.
Kau, kemanakah Kau, aku mencariMu di lembar-lembar sajadah terbentang, di ruang bersahaja diri, di dalam diri.
"Jangan tinggalkan aku,"ratapku membatin.
17.04.18