Perjalanan tersulitku saat ini adalah perjalanan menuju rasa syukur
Secara teori, bersyukur sangatlah mudah. Saya bilang begitu, karna acapkali saya memberikan teori-teori semacam itu ketika seseorang menceritakan perihal hidupnya pada saya, mencurahkan semua keluh kesah sembari termehek-mehek menahan tangis, namun tak jarang juga yang sebaliknya: bersungut-sungut tidak jelas
Memang, menasehati orang untuk pandai dan selalu bersyukur sangatlah mudah, semudah lidah ini melukai hati seseorang tanpa sadar. Padahal nyatanya, menerima segala sesuatu dengan ikhlas lahir dan batin sangatlah suuuuulit. Sesulit hati ini melupakan kesalahan orang lain
Duh Gusti, pada jaman sekarang ini: yang pandai bersyukur, legowo, dan baik hati seringkali malah dimanfaatkan semena-mena oleh mereka yang merasa bisa memanfaatkan. Meskipun banyak pula dari mereka: "para korban" sangat pandai menutupi bahwasanya mereka ini tahu kalau mereka sedang dimanfaatkan. Halah, maksudnya apa ini? 🤣
Ya, begitulah. Pokoknya begitu. 😅
Nah, perjalanan menuju syukur saya ini terkadang terasa sangat terjal, bahkan tak jarang pula pada akhirnya lebih memilih untuk menyerah, menuruti ego daripada meneruskan perjalanan, dan percayalah teori dan logika terkadang sangatlah mudah dibayangkan. Tapi nyatanya... 😄
Bagaimana dengan perjalanan kalian? Semoga tidak sama! 😂
@30haribercerita
#30Haribercerita
#30hbc1908
#30hbc19jalan
#Share2steem
Posted from Instagram via Share2Steem