Gerakan Aceh Merdeka adalah sebuah organisasi separatis yang bertujuan untuk melepas Aceh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada tanggal 4 Desember 1976 Gerakan separatis ini aktif dan di komandoi oleh Hasan Di Tiro dan Teungku Abdullah Syafi'i. Konflik antara pemerintah RI dan GAM yang diakibatkan perbedaan keinginan ini telah berlangsung sejak tahun 1976 dan menyebabkan jatuhnya korban hampir 15.000 jiwa. Pada 17 Juli 2005, setelah perundingan selama 25 hari, tim perunding Indonesia berhasil mencapai kesepakatan damai dengan GAM di Vantaa, Helsinki, Finlandia. Kemudian pada 27 Desember, GAM melalui juru bicara militernya, Sofyan Dawood, menyatakan bahwa sayap militer mereka telah dibubarkan secara formal.