It's unfamiliar to all of us when we want to eat food must always use dishes. However, whether it ever crossed our mind when we are in the forest and river rivers that are far from rural communities. Surely we will think what option will we seek as a replacement of the plate. Answering the difficulties, especially in Aceh, local people often make the SITUK an option when the plates are absent or forgotten. Such options are often implemented when KHANDURI BLANG and MEURAMIN (Eat together on the river bank).
SITUK is an old branch of betel nut that drops by itself without having to take / pick. SITUK can also be used as a tool for people, especially in ACEH, among others, a place to dry starfruit and pliek U, a replacement plate and as a means of slipping children when rain or slippery soil on the hill. So do not be surprised if SITUK serve as an impromptu option by the local community.
Talk SITUK as an option of the plate. We once implemented it while we were MEURAMIN (cook goat curry in Krueng Tuan Village). We are there to cook gulai winning soccer tournament held in Gampong Teungoh Village Sawang District. Funnily enough, we all forgot to bring a plate to eat the goat curry we cooked. Even so, we still have another option as a replacement plate that is SITUK. So we ate the goat curry by using SITUK.
..........
Sudah tak awam bagi kita semua disaat kita ingin menyantap makanan pasti selalu menggunakan piring. Namun, apakah pernah terlintas dibenak kita tatkala kita berada didalam hutan dan pinggiran sungai yang memang jauh dari masyarakat perdesaan. Tentunya kita akan berpikir opsi apa yang akan kita cari sebagai penganti dari piring. Menjawab kesulitan itu, khususnya di Aceh, masyarakat setempat sering menjadikan SITUK sebagai opsi ketika piring memang tak ada atau lupa dibawa. Opsi tersebut sering diimplementasikan tatkala KHANDURI BLANG dan MEURAMIN (Makan bareng di pinggir sungai).
SITUK merupakan pelepah pohon pinang yang sudah tua sehingga jatuh dengan sendirinya tanpa harus kita ambil/petik. SITUK juga dapat dijadikan beberapa alat bagi masyarakat khususnya di ACEH antara lain, tempat untuk menjemur belimbing dan pliek U, pengganti piring dan sebagai alat pelosotan anak-anak tatkala hujan atau tanah licin di atas bukit. Jadi tak heran jika SITUK dijadikan sebagai opsi dadakan oleh masyarakat setempat.
Berbicara SITUK sebagai opsi dari piring. Kami pernah mengimplementasikannya tatkala kami sedang MEURAMIN (masak gulai kambing di Desa Krueng Tuan). Kami kesana bertujuan untuk memasak gulai hasil kemenangan turnamen sepakbola yang diselenggarakan di Desa Gampong Teungoh Kecamatan Sawang. Lucunya, kami semua lupa membawa piring untuk menyantap gulai kambing yang kami masak. Pun demikian, kami masih punya opsi lain sebagai pengganti piring yaitu SITUK. Sehingga kami pun menyantap gulai kambing tersebut dengan menggunakan SITUK.