foto penanaman pohon dan pagar pohon di Desa Lapeng, Pulo Aceh
Sewaktu di Makassar, hampir setiap tanggal 22 April aku akan berkumpul bersama teman-teman SINTALARAS (Mahasiswa Pencinta Lingkungan Hidup Selaras), salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas Negeri Makassar. Beberapa diantara kegiatan yang pernah aku lakukan bersama teman-teman mapala kebanggaanku adalah adalah penanaman pohon, pembersihan area kampus, pencabutan paku-paku di pohon, teatrikal untuk mendeskripsikan kondisi bumi yang semakin hancur dengan lapisan ozon yang menipis atau sekadar diskusi sesame pencinta alam se-Sulawesi Selatan untuk lebih memahamkan betapa pentingnya menjaga bumi ini.
22 April dijadikan momentum besar untuk para pencinta lingkungan untuk lebih menjaga bumi. Meski pada dasarnya, momentum ini hanyalah sebuah perayaan, yang tidak boleh terlupakan sehingga bisa terjawantahkan dalam keseharian kita sebagai manusia yang menempati bumi sebagai persinggahan sementara. Berbagai kampanya peduli bumi pun dilakukan, dimulai dari hal yang kecil semisal membuang sampah di tempat yang telah disediakan, menghemat penggunaan air dan listrik, mengurangi penggunaan plastik dan menggunakan produk yang ramah lingkungan.
Momentum ini pun ingin aku jadikan sebagai pengingat bahwasanya, kampanye-kampanye diatas juga sejatinya dilakukan selaras dengan kecintaan kita kepada makhluk-makhluk ciptaan Tuhan selain manusia, yaitu beraneka ragam tanaman dan hewan. Oleh karena itu, kampanye menjaga tanaman dan hewan seharusnya juga menjadi kampanye massif sehingga menciptakan hasil yang signifikan.
Bagaimana jadinya bumi ini tanpa tanaman termasuk pohon didalamnya? Tentu saja bumi akan gersang dan kita tidak akan mendapatkan asupan makanan sehat setiap harinya. Jadi bisa kita bayangkan kelak, jika pohon tidak ada lagi, mungkinkah kita akan makan uang? Semoga menjadi refleksi untuk orang-orang yang menebang pohon, demi mendapatkan uang.
Bagaimana jadinya bumi ini tanpa hewan? Tentu saja, manusia akan kekurangan sumber kebutuhannya. Hal ini karena, manusia memiliki beragam kebutuhan, hingga kebutuhan dari hasil pangan saja tidak cukup. Jadi bisa bayangkan jika tidak ada hewan? Kita tidak akan merasakan sedapnya daging panggang atau ayam goreng yang memiliki kandungan gizi yang tinggi bukan.
Oleh karena itu selain menjaga lingkungan termasuk kebersihan lingkungan, kita pun patut menjaga makhluk hidup lain, yaitu tanaman dan hewan sebagai makhluk hidup lain yang diciptakan Tuhan di bumi ini. Selamat hari bumi, mari menjaga bumi beserta isinya!