Kau datang tanpa bunga dan permata, hanya dengan cinta dan janji terikat setia.
Dulu, kau sempurna, wajahmu adalah segala anugerah pemilik rupa. Namun mengapa engkau lupa, saat yang lain berkata dirimu menggadai cinta.
Dulu kau bilang hanya ada kita dan dunia adalah milik Sang Pencipta, biar kita menumpang di dalamnya, asal suka memenuhi hati bersama.
Kita pernah seiya sekata, sebelum datang orang ketiga yang merusak rumah tangga padahal belum lama kita bina.