Oleh Efendi Tiro ***
Pemilu telah usai. Segala ritual demokrasi dengan berbagai hiruk pikuknya sudah kelar setelah putusan Mahkamah Konstitusi sekalipun pidana pemilu masih berproses sesuai dengan hakikat hukum publik yang seakan tidak mengenal kedaluwarsa sebagai upaya untuk menegakkan hukum dan pencapaian keadilan subtansif.
Pemimpin yang baru perlu diberi dukungan. Bukan saja secara demokratis, dukungan doa jauh lebih besar peranannya agar sang pemimpin senantiasa bersandar pada hukum-hukum Allah. Hukum atau perintah Tuhan menjadi dasar yang abadi bagi seorang pemimpin agar dia mampu memimpin sesuai dengan kehendak-Nya.
Memerintah sebuah bangsa dengan bersandar pada hukum Allah menjadi kekuatan yang memotivasi dan memberi arah abadi diatas semua sasaran kerja yang ada. Sasaran abadi kepemimpinan nasional tidak terletak pada pencapaian visi misi partai dan koalisinya, melainkan untuk mewujudkan pemerintahan yang dikehedaki Tuhan di bumi yang ditandai dengan keadilan, kebenaran dan kedamaian.
Kini harapan dan cita-cita yang terkemas dalam fakta kampanye dahulu menjadi janji dan sumpah yang harus sekuat tenaga direalisasikan pemimpin terpilih dengan segenap kesadaran meski aneka tantangan dan hambatan yang akan merintanginya.
Kesadaran itu harus mulai dibangun dengan perspektif yang baru sehingga sebesar apapun tantangan yang menghadang akan tak berarti bila niat suci adalah melaksanakan amanat yang pro rakyat tentu akan mendapat dukungan dari segenap elemen bangsa, baik yang pro maupun yang kontra.
Pemimpin yang mengabdi bagi rakyat adalah dambaan setiap generasi. Pemimpin yang seperti seorang raja yang senantiasa terbuka pendengarannya kepada jeritan rakyat-rakyatnya yang membutuhkan pertolongan. Seorang raja yang mengabdikan hidupnya untuk menghantar rakyat-rakyatnya menuju hidup yang lebih baik. Masa pemerintahannya akan ditandai dengan rasa aman dan sentosa.
Pemimpin yang mengabdi kepada masyarakat bukan sebuah mimpi, tetapi mimpi yang menjadi kenyataan. Pemimpin yang dekat dengan rakyat bukan sekedar janji manis, tetapi sebuah aktualisasi kepemimpinan yang melayani di hadapan Allah dan kepada rakyat yang dipimpinnya. (IR/MH)
*** Efendi Tiro adalah seorang penulis berbagai cerita pendek. Selain itu, ia juga administrator Naceh.com dan remajapost.com serta tim kreatif Acehshop.com.
Posted from my blog with SteemPress : http://kabarpidiejaya.com/2017/04/seuntai-harapan-dari-pemuda-buat-pemimpin-baru/