Salam buat semuanya, semoga anda sehat selalu dan semoga juga selalu dalam hidayah dan lindungan Allah swt.
Saya mencoba menulis di malam ini pada pukul 00:21 jum'at 2 maret 2018 tentang gaya penulisan orang aceh yang meninggalkan ciri khas bahasanya, seperti yang telah di paparkan dalam postingan ,dan saya baru saja membacanya dan memang kajian dalam tulisan
memang seperti itu realita seorang pemula, padahal di negeri kita sudah banyak menjadi kurator akan tetapi mengapa kita lebih memilih mencari jati diri ke tempat lain dengan berbagai upaya dan cara, ya logikanya kita sebagai seorang pemula memang sangat jauh dari penglihatan orang-orang di atas, maaf jika kata-kata saya kurang sopan atau kurang beretika. Karena yang saya rasakan memang begitu. Jujur...dulu saya sangat mengharapkan support dari kurator negeri kita sendiri untuk membangkitkan semangat kita dalam berkarya, namun apalah daya tangan tak sampai. Jangankan untuk upvote atau komentar mungkin dilihat pun tidak!
Maka dari itu saya lebih memilih untuk membuat tulisan menggunakan bahasa asing sepenuhnya, memang postingan saya yang sekarang bukanlah sebuah tajuk berita yang panjang,saya hanya mengposting sebuah foto dengan sedikit kata-kata dan beberapa setting saat pengambilan foto, itu semua karena saya fokus pada keahlian yang saya geluti sekarang sebagai photographer dan biarkan foto yang bercerita. Ada juga photographer yang bercerita panjang tentang sebuah foto, akan tetapi itu semua kembali pada diri masing-masing. Lebih baik jadi diri sendiri tanpa harus menjadi yang lain, masing-masing punya karakter sendiri. Tidak perlu minder dengan apa yang telah kita kerjakan asalkan itu masih di jalan yang lurus dan baik.
Apa yang telah di utarakan oleh yang di angkat dari sebuah komentarnya pada akun
, merupakan perwakilan isi hati kami para pemula terutama isi hati saya yang merasa seperti terombang-ambing di lautan luas dan juga merasa begitu asing di negeri sendiri yaitu nanggroe aceh darussalam.
Jika kalian para pembesar yang ada di aceh tidak mau menghiraukan kami, untuk apa juga anda membuat sebuah perkumpulan atau komunitas, untuk apa itu semua? Apakah sekedar saja atau untuk kepentingan pribadi atau lainnya.
Saya sangat salut dan bangga dengan yang sudah berani memaparkan isi hatinya mewakili segenap steemians pemula di tanah rencong.
Sekarang terjawab juga apa yang telah tersimpan dalam hati saya, semoga kita semua bisa menghayati dan merenungi lebih dalam tentang sebuah perjalanan hidup. Ikuti kata hati dan terus berkarya, hidup itu indah dan nyaman jika kita mau saling berbagi.
Demikianlah uraian penyambung suara steemit pemula, saya tidak berharap tulisan saya ini akan di vote banyak, saya sadar dan sangat tersentuh dengan tulisan yang di paparkan oleh .dan saya juga tidak berharap akan bergelimpangan komentar, cukup dengan membaca, merenungi, menghayati, merasakan dengan hati. Saya bukanlah seorang penulis yang mahir dan profesional, saya hanya orang biasa yang menulis sesuai dengan isi hati, memang kadang kala dalam merangkai kosa-kata ada benturan yang kasar sehingga kurang berkenan, itu semua di luar batas kemampuan saya dan mohon di maafkan sebesar-besarnya.
Salam saya putra aceh timur
Wassalam.