source : Instagram
Diantara kita, sekurang-kurangnya pernah mendengar peribahasa "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya". Atau kita juga pernah mendambakan yang namanya The next Ronaldo atau The next Messi bukan? Namun, sepertinya terdapat kekeliruan dari beberapa anggapan di atas.
Terkait tentang peribahasa "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" banyak yang setuju bahwa maknanya ialah sifat anak tidak jauh berbeda dengan orang tuanya, dan talenta orang tua dapat diwarisi kepada anaknya. Terkadang talenta yang dimiliki orang tua juga mengalir di dalam jiwa anaknya, tanpa harus berlatih sekalipun. Bukankah tampak suatu kejanggalan? Bagaimana bisa seseorang yang tanpa berlatih mampu menyamai bakat atau prestasi orang tuanya? Jika sesuatu yang baik dapat menghasilkan sesuatu yang baik pula, lantas bagaimana rasa martabak telur, yang telurnya berasal dari pantat ayam itu, Enak bukan?
source : bola.net
Sampai saat ini, belum kita temui orang yang menyamai talenta Ronaldo maupun Messi, kedua mega bintang itu masing-masing memiliki cara dan gaya bermain sendiri. Mereka bangga dengan apa yang mereka miliki, tanpa harus meniru gaya orang lain. Tidak ada The next Ronaldo, yang ada hanya diri kita sendiri. Tanpa kerja keras, kita tidak dapat menyamai prestasi mereka.
Begitu juga menulis di platform ini, tidak perlu memaksa orang agar menyamai gaya kita. Dan kita juga tidak perlu meniru sebegitu mirip dan persis dengan gaya orang yang kita idolakan. Meniru orang yang sudah hebat mungkin efeknya dapat membawa kita kepada kejayaan, tapi untuk apa memperoleh kejayaan yang dibaluti dengan kebohongan, kebohongan yang menipu diri serta tidak mengakui kemampuan diri sendiri. Ini bukan motivasi belaka, kita patut bangga dengan apa yang kita miliki, terkadang menjadi manusia yang utuh juga berkewajiban untuk mengingatkan satu sama lain. Sesungguhnya kita semua bersaudara, dan sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi manusia lain, bukan malah mengikat tali di leher manusia lain. Sekian