Batu cincin pernah booming di Indonesia pada umumnya dan Aceh khususnya, batu cincin yang booming di tahun 2014-2015 itu booming gila-gilaan, bagaimana tidak satu batu cincin ada yang harganya milyaran rupiah.
Siang malam orang-orang mencari batu alam sampai masuk hutan di pedalaman desa lumut Aceh tengah dan menginap di sana, begitu juga halnya pengasah batu cincin dikejar orderan sehingga harus bekerja siang malam.
Pendatang dari luar Aceh berdatangan masuk Aceh hanya untuk kesenangan atau bisnis akan batu cincin, ada yang langsung mencari sendiri batu alam ke pelosok-pelosok desa dan hutan, ada yang membeli yang sudah jadi dipasaran.
Begitu booming pada saat itu sehingga ada wacana penjualan batu cincin akan dikenakan pajak, namun wacana itu musnah bersama dengan meredupnya bisnis batu cincin.
Batu cincin memang tetap mahal walaupun tidak booming lagi, semisal Rubi, giok dan delima.