Beudee Trieng atawa meriam bambu adalah salah satu ciri khas yang terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Beudee trieng biasanya di lakukan pada akhir bulan puasa (menjelang lebaran).
Setiap kampung mempunyai ciri khas masing-masing sehingga masyarakat sering berlomba untuk membuat meriam ini dengan jenis bambu yg berkualitas bagus.
Untuk bahan bakar biasanya digunakan minyak tanah akan tetapi sering di campur dengan bensin agar cepat panas.
Ada juga yang menggunakan karbit, namun tidak memakai bambu melainkan drum yang disambung sambung seperti di daerah aceh Pidie.