
Dear Steemian's
Ucapan seseorang bisa semanis madu, dan pada perbuatannya dapat sepahit empedu. Artinya, suatu perbuatan positif itu amat mudah untuk diucapkan, tapi tidak mudah untuk dijalankan. Sehingga, menjadi benar apa yang telah dinasihati oleh Imam Ali bin Abi Thalib r.a: “Janganlah Anda memuji seseorang sebelum Anda mengujinya, karena mungkin saja, orang tersebut tidak lulus ujian”.
A person's speech can be as sweet as honey, and his deeds can be bitter gall. That is, a positive act is very easy to say, but not easy to implement. Thus, it becomes true what has been counseled by Imam Ali ibn Abi Talib r.a: "Do not praise someone before you test it, because it is possible, that person does not pass the test".
Bagitu, juga dikala seseorang mengucapkan: “Aku adalah orang yang paling setia, oleh karena itu percayalah kepadaku, aku akan adil, aku akan proporsional, aku akan bla bla bla”. Semua terdengar manis, tapi kerab sekali pada praktiknya orang tersebut terjebak (senjata makan tuan), ia tidak mampu menjalankan apa yang telah ia katakan.
That is, also when someone says: "I am the most faithful person, so believe me, I will be fair, I will be proportional, I will bla bla bla". It all sounds sweet, but it's so stupid in practice that the person is trapped (boomerang/backfire), he can not do what he says.
Dalam kondisi ini, ada juga ungkapan yang manarik dari pandangan hidup orang Aceh, dimana ungkapan ini akan memberikan pengetahuan bagi kita untuk lebih cepat mengenal seseorang tersebut SETIA atau TIDAK SETIA. Caranya cukup sederhana dan mudah untuk kita uji, yaitu: “Jika seseorang itu adalah orang pengasih terhadap orang-orang fakir, maka dapat dipastikan ia memiliki karakter setia yang amat kuat pada dirinya." Orang seperti ini, tidak mengenal keadaan dalam menjalankan kesetiaannya, apakah itu dalam keadaan kita susah atau senang. Demikianlah kawan-kawan, salah satu cara yang dapat kita pelajari dari pandangan hidup orang Aceh. Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita.
In this condition, there is also an interesting phrase from the viewpoint of life of the Acehnese, where this phrase will give us the knowledge to more quickly know someone is LOYAL and DISLOYAL. The way is simple and easy to test, namely: "If someone is loving the pauper people, then certainly he has a very strong character loyal to him". Such a person, does not know the circumstances in running his loyalty, whether it is in our state of distress or pleasure. which we can learn from the viewpoints of the Acehnese, may be a valuable lesson for us.

Jika Anda ingin mengungkapkan suatu hal tentang "Jika Anda ingin Mengatahui Orang SETIA dan TIDAK SETIA". Maka, di bawah ini Idioms atau Ungkapan:
If you want to use an (idiom & expressions) to reveal or expression about "If You Want to Know LOYAL and DISLOYAL People". So, here is an Idioms or Expressions:

| LANGUAGE | Textual of ACEH IDIOMS & EXPRESSIONS |
| ACEH | Geumaséeh papa, Seutia matée. |
| INDONESIA | Pengasih terhadap orang fakir, Setia sampai Mati |
| ENGLISH | The loving of the pauper, is a faithful person to death. |
Source-Image: 1
May be Useful
