Ibarat sebuah lagu yang dinyanyikan oleh grup band five minute dengan judul semakin ku kejar semakin kau jauh, begitulah di ibaratkan kondisi kelangkaan BBM premium di Lhokseumawe saat ini.
Antrian panjang di sejumlah SPBU yang ada di beberapa wilayah di Aceh khususnya daerah Cunda, Lhokseumawe sampai saat ini tak kunjung selesai, hal ini di duga akibat kurangnya pasokan premium ke SPBU setempat.
Kondisi tersedianya BBM jenis premium di Aceh saat ini memang sangat lah langka sehingga membuat konsumen resah, bahkan masyarakat juga terpaksa harus mengantri berjam-jam untuk bisa mendapatkan BBM jenis premium tersebut.
Pada saat itu saya teringat salah satu anggota DPR RI asal Aceh, Pak Fadhlullah mengatakan bahwa tak sepantasnya kelangkaan premium terjadi di Aceh. Apalagi, pembatasan BBM bersubsidi oleh Pertamina itu hanya terjadi di Aceh, bukan kebijakan nasional.
Jangan beranggapan bahwa di Aceh mayoritas masyarakat mulai banyak menggunakan pertalite sehingga pihak Pertamina mengurangi pasokan minyak premium ke Aceh, padahal ketika masyarakat menggunakan pertalite hal itu disebabkan karena terjadinya kekosongan BBM premium.
Dalam hal ini, tidak boleh adanya pemaksaan untuk beralih ke pertalite karena di Aceh masih banyak masyarakat yang miskin seperti para sopir angkot, Abang becak serta para tukang ojek yang ada di Aceh.