Senang jumpa kembali
Langkah gontai termaknai dari arah mata elangnya Yang pernah dulu beberapa tahun Yang lalu membakar semangat lelaki paruhbaya tuk melunasi hutang pada beberapa saudaranya Yang berjumlah 30 juta. Jumlah itu tiadalah bertumpu pada satu akad namun berasal dari beberapa akad dengan beberapa muakkid.
Mereka tak pernah menagihi Yang sudah teriklas pada harapnya reward dari Allah. Lelaki itu bisa saja tak menggebu merintis penyegeraan tapi baginya penundaan yang disengaja mengurangi keberkahan riski yang memang selama beberapa tahun silam seakan dia terjatahi keterbatasan.
Sering khatir nafsu atau khatir setan yang kedua istilah ini masih dalam awan tinggi bingung, bertamu tanpa izin berseru"satu tas gayaan istri sang pejabat itu 40 jutaan. Sekejap ia ingin.. Langsung Indah nyata terbeli" Maksud setan itu agar lelaki ini tak usah lagi shalat Dhuha. Yang tiada Dhuhapun luar biasa dapat uang.
Lelaki berontak berujar dalam hatinya bahwa "Teruslah kau bekerja hai musuh Tuhan, bukan kau yang kutunggu hai bangsa api yang tak panas kurasakan panas api tipumu. Whatever it takes, I ain't your cigar"