Malam sepi.
Angin berayun laksana hantu blau gentayangan. Engkau berdiri menantiku dalam remang di lorong tempat serdadu masa konflik menembak seekor lembu buat makan siang.
Lalu, bulan bergantung terang di langit kampungku malam itu seperti lelah bercahaya.
Pada bulan engkau berujar "kembalikan lembuku bersama serdadu-serdadu itu!"