Buah Jambu "Boh Jambee" pada awalnya banyak terdapat di daerah pantai barat Aceh, khususnya daerah Meulaboh Aceh Barat, sedangkan daerah pantai utara tidak banyak dijumpai jambu ini. Maka orang Aceh yang mendiami pantai utara menyebutnya dengan nama "Jambe (Jambu) Meulaboh" karena banyak terdapat di Pantai Barat (Meulaboh).
Seiring perjalanan waktu karena ingin memiliki jambu, maka orang Aceh yang mendiami pantai utara menanam jambu tersebut. Jambu ini cukup gampang tumbuh, hanya dengan biji dalam kita letakkan ditempat basah akan tumbuh tunas. Lalu kalau sudah tumbuh daun kita pindahkan ke tempat yang lain untuk ditanam.
Tidak lama kemudian jambu Meulaboh sudah banyak didapat daerah pantai utara, dengan sebutan "Jambe Meulaboh". mengandung banyak air, rasanya manis.
Tetapi akhir-akhir ini 'Jambe Meulaboh" sudah mulai langka kembali. Sudah mulai susah didapat dipasaran.
Kehadiran jambu modern, Seperti Jambu Jamaika, Tailand dan jambu madu. Menjadi "Jambe Meulaboh" tersingkit dari pasaran. Jika dibandingkan rasa "jambee Meulaboh" tidak kalah. tapi hanya kalah dari segi nama Jambee Meulaboh dan Jambe Jamaika serta Jambe Madu. Karena masyarakat kita latah dengan yang sifatnya barang luar. Kurang memahami ke arifan lokal.
Ke arifan lokal harus dipertahankan dalam segala bidang kehidupan, kalau tidak jangan harap anak kita cinta sama Aceh. Karena setiap daerah punya ke arifan lokal masing-masing, mulai sekarang sudah mereka ajarkan pada generasi baru untuk saling sambung menyambung dalam kehidupan. Kita juga Aceh perlu memperkenalkan ke acehan kita pada daerah lain dan dunia luar. (Salam Inti Bangsa 2018)