Dahulu seingat saya warung kupi lebih didominasi oleh bapak-bapak yang memakai sarung dengan kupiah yang sudah agak kekuni-kuningan untuk meneguk segelas kupi pagi sebelum mereka melakukan aktifitas untuk mencari rezeki guna menghidupi istri dan anak mereka.
gempa yang disusul tsunami pada tahun 2004 membuat semuanya berubah, ada pergeseran budaya ngopi dari kalangan bapak-bapak kepada anak muda yang sekarang sampai membuat wanita yang ABG sekalipun menjadi nyaman duduk berlama-lama diwarung kupi yang dulu mungkin masih tabu untuk seorang wanita ngopi di warung kopi.
ketika tahun 2005 awal banyak NGO asing yang bekerja di aceh membantu memulihkan keadaan yang luluh lantak oleh tsunami mereka sering duduk di warung kopi membuka labtop lalu membuat laporan kerja dan pemandangan seperti itu setiap hari yang akhirnya membuat budaya ngopi diaceh berubah, Itu asumsi saya.
apapun sejarah dan latar belakang yang membuat budaya ngopi kini mewabah dikalangan anak muda-mudi aceh warung kupi kini menjadi Gedung Serba Guna yang dijadikan tempat Rapat, Seminar, Membuat tugas kampus atau bahkan tempat untuk mereka memadu kasih dengan orang yang dikasih. namun yang terpenting warung kopi di aceh telah membangkitkan perekonomian masyarakat aceh karna banyak tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya pada warung kopi.
Semoga kedepan setelah gempa dan tsunami disusul dengan MOU antara GAM dan Pemerintah Pusat masyarakat aceh mampu berkreatif membuka lapangan pekerjaan dan membangkitkan ekonomi kerakyatan yang telah lama terpuruk oleh sejarah masa lalu yang kelam. SEMOGA !!!!
kaleuh kupi bungohnyo RAKAN ???