Yayasan Geutanyoe (YG) adalah sebuah yayasan berhome Base di Aceh, yayasan geutanyoe di dirikan oleh 5 (lima) orang .. yg terdiri dari 4 Lelaki pekerja kemanusiaan, salah satunya adalah saya dan dan 1 (satu) orang perempuan perkasa yg sering kami sebut Kak Yus..
Ide mendirikan yayasan ini sudah di mulai pada tahun 2014, namun baru bisa terwujud di tahun 2015. Kesibukan pada masing-masing kami, yg membuat hal ini menjadi terhambat, pada awal kami dirikan telah sepakat focus pada penanganan pengungsi lokal (IDP's) dan pengungsi internasional (REFUGEE).
Saat konflik Rakhine (Rohingya) makin berkecamuk, kami sudah memprediksi akan ada manusia perahu yg akan keluar dari daerah konflik tersebut (Rakhine), dan hal itu terbukti .. pada tahun 2012, 2013 dan 2015 telah terdampar manusia perahu tersebut di parairan Aceh ..
ACEH MASA LAKU DAN REFUGEE
Dan gelombang Refugee yg terbanyak terdampar di perairan Aceh, kedatangan Refugee Rohingya ke Aceh, bukan membuat orang Aceh menolak mereka, namun dengan tangan terbuka orang Aceh telah menerima mereka, sebagai saudara seiman dan saudara senasib yang sama, orang Aceh sadar bahwa mereka juga mengalami nasib yang sama dengan orang Rohingya, Aceh juga pernah di dera konflik dan ada warga Aceh yang harus keluar dari Aceh utk menyelamatkan diri.
WELCOME TO REFUGEE
Kedatangan ini di sambut baik dan orang Aceh dengan semangat solidaritas bahu membahu membantu, bantuan dari orang Aceh terus berdatangan, tanpa di komandoi dan tanpa di suruh, mereka lakukan sendiri, ini yg menurut saya di sebut kesadaran kolektif, kesadaran ini akan terus ada di dalam jiwa dan raga orang Aceh.
ADAT PEUMULIA JAME
Melihat fenomena kesadaran kolektif ini, saya mencoba menelusuri berbagai literatur utk melihat, kenapa kesadaran itu ada di orang Aceh, setelah membaca berbagai h dan berbagai kajian yg ada, saya menyimpulkan bahwa adat Aceh yg telah mengakar di dalam kehidupan orang Aceh menjadi faktor utama dari kesadaran kolektif tersebut dimana dengan petuah yg telah di tabalkan oleh Indatu (pendahulu) PEUMULIA JAME adat Geutanyoe, maka di situlah muncul kesadaran memuliakan tamu (peumulia jame)
Menjadi ruh dalam bersolidaritas.
ADVOKASI REFUGEE
Hampir 1 tahun Refugee Rohingya di Aceh ... Mereka merasakan seperti berada di negaranya sendiri, dan hal ini juga berkat ketulusan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Pemkot Langsa dan Pemkab Aceh Timur, serta dukungan penuh dari Pemerintah Aceh yang menyediakan tempat dan juga berbagai kebutuhan Refugee. Sekarang para Refugee Rohingya sudah mendapatkan beberapa negara ketiga yg mau menerima mereka sebagai pencari suaka.
Walaupun begitu, persoalan Refugee yg ada di level Asia dan level internasional juga belum selesai, salah satunya adalah masalah Refugee Palestina. Yayasan Geutanyoe yg seperti saya sebut di atas sangat gencar dalam melakukan advokasi persoalan ini
Sumber : Twitter.com