๐ง๐ผโโ๐ง๐ผ๐ง๐ผโโ๐ง๐ผ๐ง๐ผโโ๐ง๐ผ๐ง๐ผโโ๐ง๐ผ๐ง๐ผโโ
Suatu ketika Ummu Salamah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai mana yang lebih utama antara wanita dunia dengan bidadari surga, inilah jawaban Rasulullah, โYa Rasulullah, beritakanlah kepada kami, mana yang lebih utama di surga, wanita di dunia ataukah bidadari surga?โ Rasulullah saw. lalu menerangkan bahwa perempuan dunia ketika di surga akan sangat lebih utama dari bidadari surga karena salat, puasa, dan ibadah yang dilakukannya.
Kabar ini tentu saja membuat setiap wanita menjadi senang dan lebih ingin memperbaiki dirinya agar bisa membuat para bidadari cemburu karena kesolehahannya. Namun, bagaimana sebenarnya keadaan bidadari surga itu ya? Apakah mereka benar-benar akan cemburu pada wanita solehah? Berikut ini terdapat dialog panjang antara Ummu Salamah dengan Rasulullah mengenai keadaan bidadari surga yang sesungguhnya dan betapa cemburunya bidadari surga terhadap wanita solehah.
Dari Imam Thabrani meriwayatkan sebuah hadis dari Ummu Salamah, bahwa Ummu Salamah berkata, โYa Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeliโฆโ Beliau menjawab, โBidadari yang kulitnya begitu bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar.โ
Ummu Salamah berkata lagi, โJelaskan padaku ya Rasulullah, tentang firman-Nya, โLaksana mutiara yang tersimpan baikโฆโโ Beliau menjawab, โKebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia.โ
Aku bertanya, โYa Rasulullah jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah, โDi dalam surga itu terdapat bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik,โโ Beliau menjawab, โAkhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita.โ
Aku bertanya lagi, โJelaskan padaku firman Allah, โSeakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik โฆ.โโ Beliau menjawab, โKelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada bagian dalam telur dan terlindung dari bagian luarnya, atau yang biasa disebut putih telur.โ
Aku bertanya lagi, โYa Rasulullah jelaskan padaku firman Allah, โPenuh cinta lagi sebaya umurnya โฆ.โโ Beliau menjawab, โMereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia dalam usia lanjut dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Allah menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan umurnya sebaya.โ
Aku bertanya, โYa Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?โ Beliau menjawab, โWanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.โ
Aku bertanya, โMengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?โ Beliau menjawab, โKarena salat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, โKami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.โโ
Aku berkata, โYa Rasulullah, salah seorang wanita diantara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan merekapun masuk surga. Siapakah diantara laki-laki itu yang menjadi suaminya di surga?โ Beliau menjawab,โ Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa diantara mereka yang paling baik akhlaknya. Lalu dia berkata, โRabbi, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya โฆ.โ
โโฆWahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.โ (H.R. Ath Thabrani).