Mulutmu meniup Peluit,
Tanganmu mengacungkan kartu Kuning pada Bapakmu,
Balairung UI memecah Sunyi menjadi Saksi atas Aksi tak terpujimu kata para Menteri-menteri .
Seorang Politisi kelas kakap disenayan Memujimu sebagai Sosok Pemberani.
Pro dan Kontra akan selalu ada,
Itu adalah 2 sisi Mata Uang yg tidak bisa dipisahkan .
Katamu, kamu ingin Bicara 4 Mata dengan Bapakmu, merengek tentang Beberapa hal.
Kau mulai Membacanya satu Persatu :
Yg Pertama : Gizi Buruk Adik-adikmu di Asmat .
Bapakmu akan Mengirimmu Ke Asmat untuk Mengurusi adik-adikmu,
Bapakmu sibuk Membangun apa yg bisa dibangun.
Yg kedua : Dwi Fungsi ABRI .
Kakakmu bilang Polisi dan Tentara itu sudah Berpisah, kau Keliru Datamu tidak Valid, kau harus Banyak membaca lagi .
Yg ketiga : Peraturan Ormawa diKampusmu.
Bapakmu ingin Kamu lulus Cepat waktu,
Dengan Angka-angka sempurna
Agar bisa Bersaing dengan para anak-anak Tetangga-tetangga .
harapan senior puisinya harus gini :
Diparagraf pertama harus ada kritik mendalam
Diparagraf tengah harus ada harapan (gak bisa aku gabungin kata2nya)
Dipragraf terakhir harus ada ambiguitas(harapan yg jauh dari kenyataan)
Paragraf terakhir tolong kau tambah