Keindahan itu ada yang indah dan ada pula yang jelek dimana faktor agama sebagai pengukurnya. Bila kita memisahkannya maka kita tak ingin kehancuran Turki terjadi di nanggroe kita. Bagi sebagian besar individu yang baru beranjak dewasa bahkan yang sudah melewati usia dewasa, remaja adalah waktu yang paling berkesan dalam hidup mereka. Kenangan terhadap saat remaja merupakan kenangan yang tidak mudah dilupakan, sebaik atau seburuk apapun saat itu. Sementara banyak orangtua yang memiliki anak berusia remaja merasakan bahwa usia remaja adalah waktu yang sulit. Banyak konflik yang dihadapi oleh orangtua dan remaja itu sendiri. Orang tua dengan tanggung jawab ekonomi yang primer sedangkan anak belum dapat merasakan apa itu tanggung jawab. Tahu ya tapi belum bisa merasakannya berat tanggung jawab secara umum.
Orang tua tak ingin anaknya dalam sisi negatif. Siapun dia. Pencuripun tak mau anaknya jadi maling. Banyak orangtua yang tetap menganggap anak remaja mereka masih perlu dilindungi dengan ketat sebab di mata orangtua, para anak remaja mereka masih belum siap menghadapi tantangan dunia orang dewasa. Sebaliknya, bagi para remaja, tuntutan internal membawa mereka pada keinginan untuk mencari jati diri yang mandiri dari pengaruh orangtua. Keduanya memiliki kesamaan yang jelas: remaja adalah waktu yang kritis sebelum menghadapi hidup sebagai orang dewasa. Masa yang seperti kita katakan laksana cermin. Jika dibersihkan dia akan memberi mamfaat dan jika jatuh maka serpihan yang bisa kita temukan.