Bireuen pernah menjadi ibu kota ketiga RI setelah Yogyakarta dan Bukittinggi.
ketika itu Presiden Sukarno berangkat ke Bireuen dengan menumpang pesawat Dakota. Pesawat udara khusus yang dipiloti Teuku Iskandar itu mendarat dengan mulus di lapangan terbang sipil Cot Gapu pada 16 Juni 1948.
Kedatangan rombongan disambut Gubernur Militer Aceh Tengku Daud Beureu’eh atau yang akrab disapa Abu Daud Beureueh serta alim ulama dan tokoh masyarakat.
Pada malam harinya, di lapangan terbang Cot Gapu, diselenggarakan rapat akbar. Presiden Sukarno berpidato, membakar semangat juang rakyat di Kepresidenan Bireuen yang datang membeludak.
Selama sepekan kemudian, Presiden Sukarno menjalankan roda pemerintahan dari Bireuen. Dia menginap dan mengendalikan pemerintahan RI. (Pendopo Bupati Bireuen sekarang).