Azhari, begitu dirinya memperkenalkan diri. Lelaki muda yang murah senyum ini menyebut domisilinya di Lampeuneureut, Aceh Besar.
Menurutnya, selama bulan ramadhan ini, ia memperoleh pendapatan Rp 100.000 sampai dengan Rp 150.000,-.
"Alhamdulillah, bang ya," kata Azhari yang bersedia diajak bincang-bincang.
Azhari terlihat asyik dan santai saja dalam menawarkan dagannya. Senyum manisnya pun mengembang saat menyapa orang-orang di warung.
Azhari memang menjadikan warung-warung sebagai pasar menjajakan dagangannya berupa sirih, kacang goreng dan telur puyuh.
"Semalaman saya berkeliling dari satu warung ke warung lainnya, baru pulang jika sudah habis, atau jika dirasa perlu segera pulang," katanya.
Azhari tidak sendiri, banyak pemuda Aceh lainnya yang memilih profesi berdagang untuk menjalani hidup. Bagi mereka tidak ada kata pasrah, apalagi menyerah.
"Asal halal bang kan," katanya lagi.
Begitulah sosok Azhari, yang selalu energik menjalani hidup meski bagi orang lain apa yang dilakukannya bisa jadi dianggap remeh.
Tentu saja semua profesi terhormat, sejauh dilakukan dengan baik, sungguh-sungguh, jujur dan ikut dalam panduan agama juga peraturan serta etika sosial.