Preman Pasar sudah biasa kawan...!!!
Tinggi besar perut buncit, kulit hitam berambut panjang khas musim kemarau (gak mandi) akan terbayang di pikiran kita saat membayangkan sosok Preman Pasar ini. Kalung tengkorak, gelang karet hitam anti petir dan juga tato kepala singa di lengan kanan mewakili statusnya sebagai penguasa pasar.
Bisa dikatakan dia punya banyak jenis pekerjaan di sana, bisa sebagai polisi pasar, tukang sikat barang-barang jualan yang ketinggalan, rampok (minta jatah), tukang berantem juga, lengkap sudah ani....begitu kata Rhoma.
Anehnya orang seperti ini matinya lama sekali, dari semenjak toke ma'un buka toko sampai beliau sukses menjadi toke masih saja dia yang menjadi premannya, kalau di pikir-pikir profesi ini lumayan langgeng tanpa pemecatan dan PHK bukan?
Dari tingkah dan gaya hidupnya, sangat sulit membedakan antara preman pasar ini dengan lembu pasar, di mana siang malam hidupnya selalu di pasar seolah tanpa rumah. Lembu pasar juga demikian, sama-sama cari makan di pasar.
Lembu pasar jarang mengalami kecurian dan pencurian, selayaknya preman pasar yang jarang kecurian karena justru dia pelakunya saat barang orang lain yang hilang, Lembu Pasar ini juga sering luput dari target maling, saking terkenalnya pencuri tak sanggup menyembunyikan lembu ini, mau dibawa kemanapun orang kenal "Ooo ini Lembu Pasar fulan di kota Fulen"..
Preman Pasar : minim ancaman, banyak uang sekalipun tidak kerja, terkenal di seputaran pasar oleh sebab itu susah untuk diculik dan diganggu.
Lembu pasar : seringnya lembu ini berwara-wiri di depan toko seperti preman pasar membuat maling agak ngeri menargetkannya sebagai object curian.
(1)Jadilah politisi yang ikhlas, jujur dan amanah. Namun jika tidak sanggup (ingin untung saja, contohlah lembu pasar yang tidak leluasa bagi pencuri untuk mencurinya.
(2) Menjadi orang kecil dalam politik terlalu beresiko tanpa raseuki. Orang kecil inilah nanti yang kenong tapak watee mupake. Sedangkan petinggi duduk diam manis. Oleh karena itu untuk memasuki dunia politik jangan tanggung-tanggung, karena justru yang kecil yang menghadapi resiko mupake sabe keudroe-droe.