Silaturrahmi itu bukan berbicara masalah amplop, angpao atau apapun itu yang sifatnya imbalan nyata ketika kita saling kunjung, meskipun secara tidak langsung kita juga mendapatkan reward dari Allah atas silaturrahmi yang kita lakukan.
Silahkan saja berharap reward dari Allah tidak ada masalah, bahkan itu memang janji Allah sendiri.
Pertanyaan selanjutnya muncul ketika reward itu kita harapkan datangnya dari manusia, apakah itu masih silaturrahmi? Disamping itu, tanpa berharap reward dari manusia pun in sya Allah rewardnya akan tetap ada diluar amplop dan angpao yang kita bicarakan tadi.
Amplop dan Angpao itu reward nyata kawan, jikapun kita tidak mendapatkannya, cryptocurrencynya pasti ada, dan itulah esensi dari silaturrahmi.
Yang dimaksud dengan cryptocurrency di sini adalah terjalinnya hubungan kekerabatan dan koneksi emosi antara yang satu dengan yang lain, sesuai dengan istilah yang kita gunakan tadi (cryptocurrency) berupa mata uang tak berwujud, ada nilai tapi tidak berbentuk, selayaknya ikatan batin antara anak manusia yang tidak bisa ditukar dengan uang nyata manapun dimuka bumi, bahkan tidak ada pasang surut harga kurs dalam segala kondisi keuangan dunia.
Singkat saja, jika ini adalah silaturrahmi maka jangan terbesit sedikitpun vote back / follow back, karena namanya silaturrahmi tidak ada unsur balikin ampop gua.
Selanjutnya jika ini silaturrahmi, kenapa pula ada kasta-kasta di dalamnya, di mana kasta atas tidak peduli terhadap kasta bawah mengingat tidak ada keuntungan yang didapatkan dari rakyat jelata ini.
Kemudian jika ini adalah mencari persahabatan, kenapa setiap orang baru masuk ke project calon kaya tidak ada yang open, saya ingat sekali pernah masuk ke sebuah channel di discord yang membernya memang didominasi oleh orang aceh dan indonesia, selayaknya anak baru yang belum begitu mengerti group project apakah ini..!!!, saya pun menyapa dalam bahasa Aceh dan Indonesia, percayalah tidak ada yang membalasnya.
Marah..!!!? Bukan, sama sekali tidak marah mengingat saya punya hp sendiri, paket data sendiri dan semua serba punya sendiri begitu juga dengan mereka. Namun saat saya memutar kembali kaset khutbah itu, saya kembali ingat bahwa silaturrahmi yang dimaksudkan di sini adalah saat dompetmu tebal, saat amplopmu terlihat warna biru/merah dari luar, hingga mereka dengan senang hati mengunjungimu dengan gula 1 kilo, berharap anaknya kebagian amplop berisikan uang 50 ribu. Silaturrahmi?