Assalamu'alaikum wr.wb.
Saya saifuddin idris yang sejak tahun 1992 hingga sekarang beralamat di Lhokseumawe. Sebelumnya hingga selesai SLTA dilangsa.
Menyelesaikan studi Diploma-III tahun 1996 dan atas bantuan teman-teman juga terutama , membuat saya berkesempatan mengikuti kerja mangang di PT Arun, dimana waktu itu, kerja di perusahaan multy nasional tersebut adalah impian banyak orang aceh. Bahkan punya kenalan orang arun saja sepertinya sudah boleh sombong.
Dalam waktu yg bersamaan saat saya sedang kerja magang tersebut saya juga tercatat sebagai ketua bidang Pemuda dan Kemahasiswaan di HMI Cabang Lhokseumawe, serta juga aktif di beberapa organisasi bafer kemahasiswaan dan kemasyarakatan lainnya.
Nah...akibat dari aktivitas sosial inilah membuat saya sering terlambat masuk kerja dan kadang-kadang cepat pulang, atau bahkan tidak masuk kerja kalau ada rapat-rapat penting yg hrs saya siapkan, dalam aktivitas ini juga saya mengenal Bang ( Jufridar) yg saat itu masih sebagai wartawan di salah satu media lokal, dan salah salah seorang yg sering membuat konsep realease utk media, juga teman2 aktivis lainnya seperti
(iskandar dewantara) dll.
Ketika aktivitas gerakan mahasiswa semakin meningkat, saya mengambil salah satu tindakan penting dalam hidup saya, yaitu berhenti secara baik-baik kerja magang tersebut dan memilih utk fokus melakukan pengabdian di organisasi. Soal uang waktu itu memang belum bermasalah sekali buat saya, krn kebutuhan saya juga belum besar.
Aktivitas tak bergaji ini terus berlangsung hingga tahun 2000, dimana pada tahun ini kemudian saya atas kehendak Allah menikahi seorang wanita yg saya kenal di HMI.
Posisi setelah menikah inilah yg membuat saya hra berpikir keras agar segera bisa hidup sendiri atau juga sebagian orang lain menyebutnya "Mandiri", mulailah buat lamaran, tanya sana sini dimana ada lowongan kerja.
Singkatnya, atas bantuan teman2, saya berkesempatan gabung dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam project Post Bantuan Hukum Dan Pengaduan Pelanggaran HAM, salah satu program yg di gagas oleh alm Maimul Fidar yg saat itu menjabat sebagai direktur Koalisi NGO Aceh.
Utk Lhokseumawe, peogram ini di pimpin oleh Yusuf pase dfn lembaganya yg bernama LPLHa. Dan saya diberi kepercaan sebagai staf data dan infestigasi. Posisi ini lumanyan utk saya tdk lagi berstatus lajang. Program ini saya geluti dengan tekun hingga 3 tahun dan pada tahun 2005, pasca tsunami, saya dipercakan menjadi jurumudi LSM LPLHa.
Di LPLHa, beberapa program formal kelembagaab yg pernah kami jalankan diantaranya program pemulihan pesisir dan ekonomi masyarakat pesisir, program pengisi perdamaain, program penguatan kapasitas pelayanan oleh pemerintah dan beberapa program lainnya.
Saat ini saya juga memiliki aktivitas kecil di salah satu kampus yang ada diLhokseumawe. Dan utk pengabdian kepada masyarakat saya juga masih tetap menyisakan waktu agar bisa tetap gabung dgn teman2 aktivis mahasiswa dan penggiat LSM. Karena bersama mereka terasa selurus energi dan potensi yg saya miliki terpakai semua dan hidup lebih terasa tidak sia-sia