Bermula shalat jum’at itu wajib ain’ atas sekalian laki-laki yang berakal lagi cukup umur, maka berdosa besar orang yang meninggalkannya dan berpahala besar berpagi-pagi hadir kepadanya. Kaifiyatnya apabila sudah imam naik keatas mimbar maka bang-lah (azan) tukang bang (azan) dihadapannya. Kemudian maka imampun memabaca dua khutbah memperdengarkan bagi orang-orang yang hadir, maka kemudian dari pada selesai khutbah imam itu maka adalah ia pula menjadi imam. Dan sekalian orang yang hadir, berdirilah niat sembahyang jum’at. Dan makmum maka sembahyang bagi jum’at itu dua rakaat sahaja, tiada lebih sekali-kali sebagaimana sembahyang subuh dengan tiada ber-qunut yakni dua rakaat satu salam. Maka apabila cukup bilangan orang yang itu empat puluh orang yang bermukim (penduduk tetap) sah-lah jum’at nya serta sempurna pahalanya.