The jeumpa flower is a flower that is identified with Acehnese women because its fragrant fragrance is tempting the beetles identified with the man who is interested in the beauty and beauty of the Acehnese woman.
Acehnese women are idols and dreams for every man, especially women who are able to keep their sacred crowns so great rewards will be given by her husband later when already married.
Women who are not able to maintain their honor are likened to the earthquake flower that has withered and can not bloom again even though fertilized and flush.
Then be like a flower of jeumpa that blooms in time.
IND
Bunga jeumpa adalah bunga yang diidentikkan dengan wanita Aceh karena wangi dan harumnya dapat menggoda kumbang yang diidentifikasi dengan pria yang tertarik dengan kecantikan dan keindahan wanita Aceh.
Wanita Aceh adalah idola dan impian bagi setiap pria, terutama wanita yang mampu menjaga mahkota sakral mereka sehingga hadiah besar akan diberikan oleh suaminya nanti saat sudah menikah.
Wanita yang tidak mampu mempertahankan kehormatan mereka disamakan dengan bunga jeumpa yang sudah layu (layee) dan tidak bisa mekar lagi meski dipupuk dan disiram.
Maka jadilah seperti bunga jeumpa yang mekar pada waktunya.
~"Mulia kayee meunyoe leu cabeung, mulia ureung ramee syehdara"
SALAM KOMUNITAS STEEMIT INDONESIA
upvote, resteem and follow me