Nabi sallallahu alaihi wasallam mencontohkan ketika sedang sholat Dzuhur & Ashar, bacaan beliau selalu di sirrkan atau tidak bersuara sama sekali. Sirr itu sendiri berasal dari asal kata ‘rahasia’. Yang berarti bacaan yang telah disirrkan tersebut tidak boleh ada yang mendengarnya. Hanya diri sendirilah yang boleh mengetahui bacaan yang telah disirrkan. Makanya diambilah kata ‘disirrkan’ ini kedalam bacaan sholat Dzuhur dan Ashar dengan artian, pelan atau rahasia, maka makmum ataupun yang berada disamping sholat kita itu jangan sampai ada yang bisa mendengar bacaan yang telah disirrkan itu.
Tapi kenapa sholat Dzuhur dan Ashar bacaan disirkan, sedangkan Magrib, Isya dan Shubuh tidak?
Adapun bacaan sholat Dzuhur dan Ashar yang disirrkan ini memiliki sebuah pendekatan dari sisi hikmah.
Mari kita simak kajian selengkapnya mengenai “Kenapa Bacaan Sholat Dzuhur dan Ashar Tidak Bersuara (Disirrkan)” bersama Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA dalam program rutin setiap malam kamis, Al-Qur’an Sunnah Solution:
Jangan lupa untuk menyebarkan info kebaikan ini, semoga menjadi ladang pahala untuk kita semua, insyaAllah.
Semoga Allah senantiasa memudahkan setiap niatan kita untuk mengikuti kajian, atas perhatiannya, kami ucapkan, Jazakumullah Khairan Katsiran.
Upvote, Follow, Dan Share, like para rekan rekan @steemitadihidayatlcma, ,
,
, @Steemitmedan,
,
, @steemittanjungpinang,
,
, @steemitpangkalpinang,
,
,
,
,
,
,
, @steemityogyakarta,
,
,
,
,
,
, @steemitpalangkaraya, @steemitbanjarmasin,
, @steemittanjungselor,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,