Puluhan anak-anak yang dibalut sarung sertai mengenakan baju putih yang kepalanya ditutupi dengan kopiah, siang itu terlihat duduk berkumpul diatas panggung yang telah disediakan untuk melaksanakan zikir memperingati hari lahir panglima besar semesta alam.
Empat shat para anak-anak duduk dengan rapi, dengan jumlah sekitar 40, yang pandu oleh tiga orang yang sebaya betugas sebagai syeh, hendak berzikir dihari memperingati maulid nabi besar Muhammad SAW, duduk diatas panggung bak pelaminan.
Mereka secara bersamaan mengikuti lantunan dan irama ayat suci alquran yang didengung oleh para syeh yang duduk disamping sebelah kiri.
Satu lantunan ayat suci alquran yang didengung oleh para syeh, para penzikir itu menggerakkan badan tanpa merakjak dari tempat duduk mereka masing-masing.
Lantunan demi lantunan ayat suci terus didengungkan, badan bergerak, tangan bergerak dan kepala saling menganguk-nganguk tanpa saling berbenturan, padahal shaf pada penzikir itu sangatlah rapat, layaknya shaf jamaah solat.
Semakin kuat syeh membacakan zikir, semikin cepat dan kuat pula goyang badan, gerakan tangan dan anggukan kepala mereka yang dilakukan secara bersamaan.
Gerakan para penzikir itu, seolah-olah ada kekuatan khusus yang membuat mereka bisa melakukan gerakan bersamaan di waktu yang sama itu.