Selam buat sahabat steemians...
Sambil istirahat menjelang siang, terlintas di benak saya untuk menuliskan perjalan saya kemaren ke kota dingin Takengon. Saya bersama beberapa orang sahabat dan keluarga mengunjungi perkebunan kentang yang ada di Takengon tepatnya Puncak Pantan Terong.
Takengon terkenal dengan kota dingin yang berada sekitar 1400 meter diatas permukaan air laut. suhunya sekitar 18-20 derajat celcius. Bagi kami yang terbiasa dengan suhu sekitar 28-32 derajat celcius, suhu di daerah tersebut benar-benar membuat kami harus memakai jaket. Dengan suhu yang demikian sangat cocok di tanami tanaman hortikultura seperti kentang, kol, brokoli dan wortel.
Ketika kami berada diperkebunan kentang, kami menjumpai beberapa petani kentang untuk menanyakan langsung tentang cara dan teknik budidaya kentang. Mereka melakukan budidaya kentang pada lahan yang memiliki kemiringin, sehingga mereka harus menerapkan teknik-teknik pengelolaan lahan dengan bentuk tersebut.
Petani kentang juga menjelakan beneraoa tantangan menanam kentang kepada kami. Mereka mengatakan bahwa salah satu kenddlaa mereka dalam membudidayakan kentang adalah kesulitan mendapatkan air untuk melakukan penyiraman. Selain itu petani kentang juga mendapatkan kendala dlaam hal penyinaran matahari. Mereka mengemukakan bahwa tanaman kentang membutuhkan penyinaran matahari optimum sekitar 8 jam. Sedangkan didaerah Pantan Terong Takengon Aceh Indonesia, penyinaran matahari optimum hanya 5-6 jam. Keadaan ini masih dibawah raya-rata yang diharapkan oleh tanaman kentang.
Selain keadaan yang saya sebutkan diatas, petani kentang di Pantan Terong juga mengalami masalah dengan serangan penyakit. Berikut ini adalah salah satu gambaran ranaman kenrang yang terserang hama penyakit.
Keadaan angin yang kencang di daerah tersebut juga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman kentang. Gambar berikut adalah tanaman kentang yang rusak diakibatkan oleh angin kencang.
Namun hal ini mereka antisipasi dengan memberikan semprotan obat kimia. Menurut petani kentang di daerah tersebut, sangat sulit melakukan budidaya kentang secara organik atau tanpa menggunakan zat-zat kimia.
Varietas kentang yang dibudidayakan bermacam-macam. Salah satunya adalah varietas sangkuriang 198.
Lahan yang ditanami kentang di daerah Pantan Terong adalah lahan yang baru dibuka. Tekstur tanahnya masih bisa dibilang subur, karena belum banyak mengalami pengolahan lahan. Pembukaan lahan ini dilakaukan sekitar Tahun 2010. Dengan tekstur yang masih subur, para petani tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk pengolahan lahan.
Selain sebagai lahan perkebunan, tumpat ini juga sudah banyak dilirik oleh para pengunjung ke Kota Takengon sebagai objek agro-wisata. Para petani dengan ramah menyambut setiap pengunjung. Mereka juga memberikan penjelasan dengan baik dan detial. Sehingga pengunjung selain mendapatkan wahana liburan, mereka juga mendapatkan ilmu langsung dari petani lapangan.
Ini adalah satu keakraban pengunjung dengan petani kentang.
Semoga bermanfaat.