Usaha pemerintah dalam miningkatkan penghasilan ekonomi masyarakat petani semakin nyata, pemanfaatan sektor riil untuk menggarap lahan tidur menjadi lahan produktif sudah mampu menjawab harapan petani di Kecamatan Banda Baro yang selama ini dibimbing oleh penyuluh untuk mendapatkan hasil maksimal.
Sedikit suntikan dana dari Bank Indonesia ternyata mampu menggerakkan hasrat petani bawang merah untuk meningkatkan hasil pertanian di Banda Baro Aceh Utara. Untuk memperoleh hasil maksimal BI juga menginisiasi keberangkatan beberapa orang petani dan penyuluh untuk melihat lansung proses tanam bawang di pulau jawa tepatnya di Tegal, seperti yang diposting dalam akun faceebook Jamal al gantengi.
Nampaknya kerja kelompok tani di Banda Baro menjadi pilot projec untuk langkah awal kebangkitan petani di Aceh Utara, semua pihak harus berkontribusi untuk memajukan kelompok tani yang sudah mulai bangkit dari keterpurukan.
Bila semua Kecamatan di Aceh Utara bisa melihat prospek pertumbuhan ekonomi dan dapat memetakan potensi apa yang bisa dikembangkan didalam skala yang lebih kecil yaitu desa, maka cita-cita mewujudkan kemandirian desa tidak mustahil akan segera terwujud.
Berangkat dari keberhasilan petani Banda Baro dalam memanfaatkan lahan sawah untuk lokasi tanam bawang merah, sepertinya ada yang salah dengan pola yang dilakukan petani tradisional selama ini, atau belum dilakukan uji laborotarium untuk melihat sampel Ph tanah yang potensial untuk tanaman.
Selamat kepada petani Banda Baro
Selamat bekerja dan berkarya
Terima kasih dan
atas bantuannya selama ini dalam membimbing kami distemeet.
.