Ikan Bawal air tawar (Colossoma macropomum) merupakan ikan yang berasal dari Brasil yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Ikan ini merupakan ikan karnivora yang biasa hidup bergerombol di sungai-sungai besar. Seperti beberapa ikan introduksi yang lain, pemijahan bawal juga dilakukan secara induce breeding (kawin suntik), tetapi pembuahannya secara alami (tidak distriping). Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk melakukan pembenihan, yaitu:
Induk yang akan dipijahkan berumur lebih dari 4 tahun. Induk betina dengan perut buncit dan lubang kelamin kemerahan, sedangkan induk jantan perutnya langsing dan bila diurut dari perut ke arah kelamin keluar cairan sperma.
Sperma ikan bawal sangat sedikit, karena itu pengecekan harus dilakukan secara hati-hati jangan sampai menghabiskan kandungan spermanya. Induk betina yang beratnya 4 kg dapat menghasilkan telur sebanyak lebih dari 400 dari butir.
Pemi jahan ikan bawal dilakukan dengan cara induce spawning dengan menggunakan ovaprim 0.5 ml/kg induk. Penyuntikan dilakukan 2 kali dengan interval waktu antara suntikan pertama dan kedua 8 jam. Bak pemijahan dilengkapi dengan hapa halus. Pemijahan terjadi sekitar 6 jam setelah suntikan kedua.
Telur dari dalam hapa dipindahkan secara hati-hati ke dalam akuarium penetasan dan diaerasi kuat. Telur akan menetas setelah 16 – 24 jam pada suhu 26 – 29˚C. Telur yang tidak menetas harus segera dibuang (disiphon) keluar untuk mencegah pembusukan yang akan mengganggu kualitas air.