amu dan aku hidup di lingkungan pertemanan yang sama. Jadi mau tak mau harus terhubung dalam banyak suasana. Kita mencoba senormal mungkin di hadapan orang lain, meski hati perih sendiri saat kita tak sengaja bertatap
mata.murhaban108. blogspot.com
Suatu malam, kita tergabung dalam obrolan yang sama. Kamu terlihat bahagia menceritakan berbagai hal yang dulu tak sempat dilakukan saat bersamaku. Kamu bercerita asiknya mendaki gunung, lelahnya menjadi penanggung jawab kompetisi olahraga hingga organisasi baru yang menjadikan lebih bersemangat menunut ilmu.
Aku hanya tersenyum simpul dalam diam. Kini kamu jauh lebih berkembang….