Renungan Harian: Kitab Pengkotbah adalah salah satu kitab yang paling sulit dipahami dalam Alkitab. Isinya seringkali membingungkan banyak orang terutama pembaca pemula. Kitab ini sering dianggap mendorong sikap hidup fatalistik atau menyerah kepada nasib. Pengkotbah mengatakan berulang-ulang misalnya: segala sesuatu adalah kesia-siaan. (Pengkotbah 1:1, 2:21, 3:6-7, 5:15, 6:11, 8:14).
Pertanyaan: jika segala sesuatu benar adalah kesia-siaan, untuk apakah kita hidup, dan untuk apakah kita beriman dan berbuat baik? Sebab itu kita perlu membaca kitab Pengkotbah dengan seksama dan merenungkannya dengan tenang.
Hanya dengan demikianlah kita menemukan maksud sesungguhnya sang pengkotbah, yaitu bahwa akhirnya manusia harus takut kepada Allah (Pengkotbah 12:14). Dengan kata lain, hanya dengan beriman dan bergantung kepada Allah sajalah segalanya menjadi tidak sia-sia!