Ayam ini sedang melindungi anaknya yang kedinginan akibat derasnya hujan pada siang tadi, lebih kurang lima anak ayam ini bernaung di bawah induknya agar tubuhnya tetap hangat, siang tadi hujan yang mengguyur Kabupate Aveh Jaya terbilang deras dan lama, yang menyebabkan indukan ayam ini memilih berteduh di bawah bangku tempat biasa saya menghabiskan waktu istirahat siang, dan indukan ayam ini dengan bahasa yang tidak kupahami, mengajak seluruh anaknya untuk ikut bersamanya yang kemudian memilih kehangatan tubuh induknya.
sesekali anak ayang yang masih terbilang bayi itu memilih menunggangi punggung sang induk, lalu turun lagi dan kembali menikmati hangatnya pelukan sang induk, silih berganti anak ayam itu naik ke punggung induk dan lalu turun lagi, begitu seterusnya tingkah anak ayam yang sedang bermanja ria bersama induk yang baik itu.
>
Hujan belum juga berhenti, induk ayam hitam itu masih bernaung di bawah bangku yang ku duduki sudah satu jam, sementara anak ayam itu masih dalam perlakuan istimewa dari induknya, tidak sekalipun induk ayam itu memgepak sayapnya untuk meminta anaknya turun dari punggung rentanya, jiwa seekor ayam yang mengasihi akan anak-anaknya, terbawa hayalku pada satu dua oknum ibu yang tega membuang dan menelantarkan bayi nya, untuk sekedar menyembunyikan aib yang terlanjur dilakoninya, sementara ayam yang bukan hanya satu pejantan masih tetap rela dan sayang akan anak-anaknya.