Hai sahabat Stemians, apa kabar hari ini? Semoga senantiasa sehat dan selalu bahagia. Pernah dengar pepatah lama dari negeri Cina "Waktu terbaik menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu, dan waktu kedua terbaik adalah sekarang". Yups! Benar!! Bercerita tentang sebuah pohon. Hampir sebahagian besar Kota Banda Aceh - Indonesia, di sepanjang jalan ada banyak pohon Asam yang tumbuh besar dan tersusun berbaris.
Pohon ini saya lihat ditanam di depan Taman Sari, di depan asrama Neusu dan ada juga di depan Pendopo Gubernur. Usut punya usut Pohon ini sudah lama ditanam sejak Zaman penjajahan Belanda. terdapat banyak sekali pohon asam berbaris di sepanjang jalan mengelilingi Taman Sari. Zaman dulu pohon asam ini memang sengaja ditanam oleh orang Belanda di sepanjang jalan yang mereka lalui agar adanya sirkulasi saat masa penjajahan.
Dan juga pohon asam ini ditanam untuk dapat memberi bayangan pada jalan agar membuat pejalan kaki merasa teduh dan tidak kepanasan saat mereka melalui jalur tersebut. Oleh karena itu pemerintah setempat selalu menanam Pohon Jawa tersebut di beberapa titik yang dilalui kendaraan.
Jika kita telaah kepada sejarah kenapa Pohon Asam menjadi pilihan ternyata ada banyak hal yang sangat mendetil dari segi manfaat untuk masyarakat sekitar, hingga upaya pada tingkat kebersihan lingkungannya. Buah dari Pohon Asam bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk dijual atau dikonsumsi atau kadang dimakan begitu saja. Kemudian akarnya tidak merusak aspal atau badan jalan bahkan dapat menguatkan jalan.
Ketika tiba musim gugur, dedaunan yang berguguran sangat tipis sehingga akan mudah terbawa angin dan tidak terlalu mengotori jalan. Tentunya dengan batang yang tinggi besar dan pohon yang rindang dapat memenuhi fungsinya untuk meneduhkan jalan.
Asal bahasa Bak Mee dalam bahasa Aceh menurut cerita masyarakat setempat yang mengisahkan ketika seorang masyarakat bertanya pada seseorang yang sedang menanamkan pohon Asam Jawa tersebut, “Pu bak nyan?”(pohon apakah itu?) lalu orang yang sedang menanam tersebut menjawab “Hom, bak mee” (tidak tahu, pohon dibawa orang). Jadi terkenal lah pohon Asam tersebut hingga saat ini dengan sebutan Bak Mee.
Buahnya si pohon asam jawa ini awet dan tahan disimpan di kulkas. Jika sewaktu-waktu diperlukan untuk tambahan bumbu kari pada daging ayam atau bebek cukup menambah cita rasa gurih dan lezat. Biasanya nyak-nyak (nenek penjual) suka memisahkan biji dan isinya. Lalu dibungkus kecil-kecil dan dijual dipasar.
Demikianlah sahabat Stemians, asal muasal Bak Mee si Pohon Asam yang disukai banyak orang karena rimbun, buat adem dan buahnya yang sudah masak jika dimakan asam asam manis gimana gitu..bikin ketagihan iya, apalagi buat ibu-ibu hamil. Saya sangat suka jika buahnya yang masih utuh di berikan gula pasir, dulu sering kita temui dibungkus kecil-kecil, sekarang sepertinya sudah tidak ada. Ada yang kepingin??
Ayoookk..!! Join di Discord Channel ini