Juni 2017, siang itu sembari menunggu waktu berbuka puasa, Iswadi Basri, Ruben dan Askari singgah ke bivak emperom markas besar komunitas . Ketiganya hadir untuk agenda buka puasa bersama tak terencana. Sambil menunggu "bedug" tanda waktu berbuka puasa tiba, ketiganya mencari dinding-dinding kosong untuk menuangkan ide dikepala mereka.
Sementara yang lain masih sibuk dengan urusan masing-masing dibivak, Askari, Ruben dan Iswadi (atau sebagian mengenalnya dengan Cek Is) mulai membersihkan media tembok yang akan digunakan untuk di mural. Ketiganya bernaung dalam Apotek Wareuna, komunitas mural yang ada di Banda Aceh.
Siang teduh menunggu waktu berbuka menjadi sangat menyenangkan. Ketiganya mulai menuangkan warna-warna ke tembok kusam bekas rumah yang telah dihantan tsunami 2004 lalu. Agenda buka puasa bersama (tak terencana) yang sedianya hanya satu hari, menjadi dua hari. Hal ini dikarenakan ketiganya harus menyelesaikan mural yang telah dimulai, dan tak selesai dihari pertama.
Saya mengabadikan moment yang menyenangkan itu, berikut beberapa diantara.
Ruben memulai gambarnya
Cek Is memulai gambarnya
sedang menyaksikan Ruben beraksi
Askari dan Ruben berkolaborasi
Cek Is Menyelesaikan misi-nya
"Tjap bak sagoe" tanda karya Ruben telah selesai
Bedug magrib telah berbunyi, tanda waktu berbuka telah tiba. Mereka pun telah menuntaskan pekerjaan-nya.