Membayangkan seorang perempuan anggun menari di taman nirwana. Nampak lembut lemah gemulai setiap gerakannya. Namun, siapa yang pernah tahu kekuatan seorang perempuan. Dunia pun bisa diremasnya dalam sekejap mata.
Terkadang perempuan bisa begitu iri dengan lelaki yang kuat, dan lelaki pun begitu takut untuk tidak mampu menguasai perempuan. Seandainya saja perempuan tahu betapa kuatnya perempuan, dan seandainya setiap lelaki itu memiliki rasa percaya diri yang kuat dan mampu menguasai dirinya, dunia ini tentunya akan terasa lebih nyaman dan tenang. Tidak ada yang perlu diributkan bila yakin anugerah Allah selalu adalah yang terbaik diberikan, hanya keraguan yang kemudian menyesatkan.
Kembang suling selendang senja
Menata tabuh asmarandana
Berlenggak lenggok gemulai menggoda buana
Menanti waktu bertekuk lutut di pangkuan
Paras cantik tak membuat kepayang
Gaun berlapis emas bukan anggur memabukkan
Tetap cinta yang berkuasa
Damai hati dan pikiran membawa pada surga
Sketsa pun dibuat dengan meggunakan pensil 2B sambil terus fokus pada bayangan perempuan yang ada di dalam benak.
Sketsa kemudian dipertegas menggunakan marker hitam ukuran 0,1, 0,5, 0,7, dan 1,0 untuk mendapatkan garis yang lebih kuat sekaligus untuk memberikan ragam garis yang memberikan nuansa corak pada gambar.
Sketsa kemudian diberikan lagi hiasan di sekitarnya menggunakan marker hitam untuk memperkuat gambar. Sketsa juga diberikan permainan warna menggunakan pensil HB 0,4 – 0,8 untuk memberikan warna, bayangan, dan memperkuat lekuk serta bayangan.
Setelah kemudian seluruh kotoran dihapus dan dibersihkan, gambar yang sudah jadi diberikan finishing menggunakan baby oil yang dioleskan dengan kapas di beberapa bagian untuk memberikan efek lebih gelap dan rata pada gambar. Inilah hasilnya.
Mari kita belajar doodle, tidak perlu takut untuk mencoba. Seni bukan soal bagus atau tidaknya, tetapi adalah soal kepribadian, ciri khas dan keberanian untuk terus sabar dan mencoba. Yang terpenting di dalam doodle adalah penyampaian maksud dan tujuan dari gambar doodle itu sendiri, yang bisa jadi hanya pembuatnya saja yang mengerti dan tahu persis. Tidak masalah, yang penting kita selalu mencoba untuk bisa berkarya sesuai dengan kepribadian dan memiliki ciri khasnya sendiri-sendiri tanpa harus meniru atau sama dengan orang lain.
Semoga berguna dan bermanfaat!
Bandung, 19 Maret 2018
Salam hangat selalu,
Mariska Lubis