Halo! Apa kabarnya semua hari ini? Semoga selalu dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang, yah!
Hari ini saya ingin memberikan Steemit Doodle Friendship kepada seorang penulis muda berbakat walau merasa pura-pura menulis, yaitu yang mungkin lebih dikenal dengan nama Masriadi Sambo. Namanya tentu akrab di telinga terutama di Aceh, apalagi yang suka membaca novel tentang cinta dan baca koran. Jangan heran kalau pada Indonesia Challenge #11 yang baru dibuka dua hari lalu,
terpilih sebagai juri. Memang dia keren banget kemampuan menulisnya!
Yang paling suka dari tulisannya, baik yang saya baca di Steemit maupun di media lainnya, adalah karakter yang kuat atas penokohan. Setiap tokoh yang ditulis oleh , baik itu tokoh beneran nyata atau pura-pura nyata, selalu dideskripsikan dengan sangat detil dan jelas. Sehingga, setiap pembaca bisa dengan mudah membayangkan bagaimana tokoh itu dan kemudian larut ke dalam isi tulisan. Kalau tidak tekun dan teliti, susah menulis sedetil dan sekuat itu, bisa mumet sendiri!
Satu lagi yang membuat saya terkesan adalah gaya penulisannya yang berbahasa santun, ramah, dan "membumi". Sudah dipastikan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta tertata rapih. Bahasa yang "membumi" ini menjadikan tulisannya enak dibaca dan tidak membuat dahi berkerut. Namun demikian, arti dan makna dari isi tulisannya sangat mendalam dan berarti. Tidak perlu berbahasa "tinggi" untuk menunjukkan keenceran isi otak, yang paling sulit justru menyajikan sesuatu yang "tinggi dan dalam" dengan bahasa yang mudah dicerna semua kalangan. Inilah hebatnya, . Keren, kan?!
Buat saya, ada hal penting lainnya yang membuat saya apresiasi dan memberikan jempol, yaitu kegigihannya. Kegigihan itu bisa nampak dari banyaknya karya hebar dibuat dalam usia muda. Kalau hanya sekedar bakat, bila tidak diasah terus menerus tidak akan menjadi apa-apa. Menulis bahkan bisa membuatnya memenuhi kewajiban sebagai kepala keluarga dan sekolah terus. Ini hobi serius yang tidak bisa pura-pura dilakukan dan benar menghasilkan, tanpa mengabaikan kualitas. Bisa saja menulis asal dan dapat uang banyak, tetapi tidak pernah bisa bertahan lama.
Ya, inilah seulas tentang penulis pura-pura . Bagi yang ingin belajar banyak menulis, terutama menulis ala anak muda yang berkualitas, silahkan belajar dari tulisan-tulisannya. Apalagi yang senang menulis tentang cinta, novel "Cinta Yang Hilang" dan "Cinta Kala Perang" karya
, sebaiknya dibaca dan dipelajari tekniknya. Cuma mau mengingatkan, buku itu jangan diminta yah, dibeli! Kalau perlu beli banyak, satu untuk dibaca, lainnya untuk oleh-oleh! Oleh-oleh buku penulis pura-pura Aceh
pasti banyak yang suka!
Buat yang ikut kompetisi Indonesia Challenge #11 dengan tema hobi, jangan lupa kenalan sama juri yang satu ini! Petik ilmunya dan siapa tahu jadi juara! Semua pasti bisa!
Semoga bermanfaat dan selamat mengisi hari dengan cinta tanpa pura-pura, cukup dengan membaca tulisan cinta penulis pura-pura .
Bandung, 3 Oktober 2017
Salam hangat selalu,
Mariska Lubis