Ujian akhir Seni Budaya Ketrampilan (SBK) semester satu di sekolah adalah membuat batik celup. Guru menyuruhku membawa kain, boleh bebas jenisnya dan terserah bawa apa saja, yang penting kain.
Aku mengajukan diri membawa celana dalam. Guruku bilang, "Terserah". Barangkali dia pikir aku main-main, padahal aku mau beneran mau bawa itu.
Sewaktu aku benaran bawa celana dalam untuk dibatik, guruku sedikit terkejut. Dia nggak marah sih malah tertawa lepas. Teman-temanku malah yang cerewet dan komentar, "Emangnya nggak ada yang lain apa selain kolor?". Nggak peduli, yang penting kain.
Akhirnya kubuat juga dan setelah agak kering, aku iseng memakainya di luar celana seragam. Kayak superman gitu, biar jadi batik man. Beberapa teman memotretku dan menjadikan kenang-kenangan, kayaknya. Aku tak peduli, yang penting beda.
Sampai saat ini aku pakai kolor batikku walaupun suka dicela sama adik-adik. Katanya aku disuruh jadi desainer celana dalam batik dengan merek "The Batik Man". Okelah.
Terima kasih.