Pameran Temporer yang dilaksanakan Museum Aceh, resmi di buka untuk umum, bagi masyarakat yang ingin berkunjung sudah dapat datang ke Museum Aceh dari mulai 25-30 April 2019, mulai pukul 08.00-18.00 wib
Dalam Acara pembukaan Pameran Temporer 2019, kepala Museum Aceh, Dra. Junaidah Hasnawati mengatakan banyak hal dari mulai isi acara, fungsi museum, tujuan pelaksanaan acara dan berbagai tujuan pokok yang ingin di raih museum dalam acara pameran temporer ini, berikut beberapa petikan kata sambutan tersebut ;
Kepala Museum Aceh Dra. Junaidah Hasnawati menyampaikan, acara pameran temporer ini merupakan kegiatan rutin Museum Aceh yang di gelar tiap tahunnya, di tahun ini tema yang di usung adalah Siklus Kehidupan, dalam hal ini museum menghimpun berbagai hal tentang tata kehidupan masyarakat Aceh dalam mempersiapkan proses kehidupan sejak bayi dalam kandungan hingga tata cara atau prosesi saat masyarakat Aceh ditimpa kemalangan atau meninggal dunia.
Maksud dan tujuan pelaksanaan acara agar museum Aceh dapat memaksimalkan fungsi dan peran yang menargetkan beberapa tujuan yang ingin di capai sesuai visi dan misi diantaranya
- Pemelihara, pelestarian dan mempublikasikan nilai-nilai budaya Aceh kepada khalayak umum sebagai sumber referensi pendidikan dan ilmu pengetahuan
- Memberi motivasi kepada masyarakat khususnya generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai nilai-nilai luhur dari adat istiadatnya
- Menunjang pemerintah Aceh dalam membina dan melestarikan tradisi dan budaya lokal dalam upaya peningkatan apresiasi dan kecintaan masyarakat akan budayanya sesuai visi dan misi gubernur Aceh yaitu Aceh yang bermartabat dan sekaligus menjadi media promosi Aceh baik nasional maupun Internasional.
"Include" dalam pameran temporer ini, Museum Aceh juga menampilkan 40 koleksinya yang terdiri dari katagori etnografi, seperti alat-alat upacara, pakinangan, perhiasan dan sebagainya, peralatan ini sebut Kepala Museum merupakan sarana penunjang dalam pameran kali ini.
Selain etnografi, museum juga menampilkan koleksi dari katagori Arkeologi seperti batu nisan, yang di sesuaikan dengan tema yang di usung yaitu kelahiran dan kematian.
Dra. Junaidah Hasnawati juga menjelaskan Sasaran yang ingin di capai dalam Pameran Temporer ini secara lengkap dalam sambutannya;
Tersosialisasinya museum sebagai tempat yang baik untuk belajar dan mengetahui berbagai hal tentang sejarah yang pernah dimiliki Aceh , bukan tempat yang angker (menakutkan). Semua identitas Aceh bisa di temukan di sini. Misalnya pengetahuan tentang bagaimana menangani balita, mendidik perempuan Aceh dalam menutup auratnya dan berbagai pembelajaran yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh kita, ada semua di sini. Dan museum Aceh memiliki koleksi semua itu berikut ilmu pengetahuannya yang siap dibagi pada masyarakat.
Demikian kata sambutan, Dra. Junaidah Hasnawati pada acara pembukaan Pameran Temporer di Museum Aceh pada tanggal 25 April 2019.