Saat perjalanan pulang dari kebun teh menuju Asrama Aceh Belimbing, Bandung, teh menelponku melalui WhatsApp. Katanya dia ingin memberikan sesuatu kepada kami saat di gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB nanti. Aku menerka, tak lain tak bukan itu adalah sebuah lukisan.
Sekitar Minggu sore, 18 Maret 2018. Saat itu aku dan abang-abangku sedang di backstage Sabuga ITB. Kemudian bang
mengabarkan bahwa teh Getha sudah di depan dan akan ke Backstage. Saat masuk, teh Getha membawa sebuah persegi panjang yang dibalut indah dengan kertas kado. "Aku punya sesuatu buat kalian!" Ujarnya semangat. Finally kami membuka kado itu perlahan, dan ternyata seperti terkaanku. Itu sebuah lukisan.
"Waaaah, baguss." Ucapku kegirangan. Goresan pensil yang membuat kami bahagia. Terimakasih teh Getha! Kami suka hadiahnya. Entah bagaimana jari-jemarimu bisa menggores pensil membentuk wajah kami satu-persatu. Intinya, kami senang. Jarang-jarang ada yang memberikan hadiah lukisan. Terimakasih teh Getha!