Pagi yang indah, di antara embun yang turun,,
di sinari kemerahan cahaya mentari
Terpampang bangunan serta tatanan yang dulu bandara.
.
Aku yang berdiri di atas ini.
Memandang jauh yang take bias ku tembus
Melihat hiruk pikuk dunia.
Yang seolah besar tapi take berguna.
Di sani sebagai saksi pemerintah yang bejat.
Memeras memakan darah Dari yang take berdosa
Jeritan kelaparan di antara bangunan Indah.
Menghujam me jantung jiwa yang hampa
Menampar mahasiswa yang take faham.
Mencabik mahaiswa hedonism
Membantim mahasiswa yang borkoba
Dan membakar mahasiwa miskin kota