"Semua orang berbakat musik, jika tidak mengapa Tuhan menaruh jantung terus berdenyut?" -- Mitch Albom, Dawai-dawai Ajaib Frankie Presto, 2012.
Pemeran: Bima Satria, Yayah Heryati, Dani Supriatna, Nirwan, dan Pasukan Pianika.
Dirilis Maret 2017, yang diluncurkan dalam Sarasehan Literasi Sekolah (Bagian Pertama) di Perpustakaan Kemendikbud RI, Mei 2017.
Sebuah film tentang anak berkebutuhan khusus yang berada di kelas sebuah sekolah. Kelas yang dihuni anak-anak pada umumnya tersebut, terganggu dengan kebiasaan sang anak yang selalu memukul-mukul meja. Bahkan, mengganggu pembelajaran dan konsentrasi teman-teman yang lain. Sang guru memandang pada titik kordinat yang tidak sama dengan rekan-rekannya. Ia menganggap hal tersebut bukan masalah. Justru, ia jadikan celah untuk mengembangkan kemampuan anak tersebut dalam keterampilan bermain alat musik ritmis.
Kenapa kemampuan Bima, yang diperankan tokoh asli sebagai pemeran utama, baru muncul empat tahun kemudian? Adakah yang mengganjal keinginannya untuk diakui seperti anak-anak lainnya?
Banyak pertanyaan muncul ketika kekhawatiran potensi, toleransi, dan maksud Tuhan menciptakan anak-anak seperti demikian. Semoga terjawab dalam film "Tatalu" yang berdurasi 22 menit ini.
Sutradara: Vudu Abdul Rahman
Ass. Sutradara: Bagus Framerius
Kameramen: Alan Kelana