Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kembali menimpa armada Bus Sempati Star, Kamis kemarin. Kali ini terjadi di dua tempat hanya dalam selisih waktu satu jam, masing-masing di Kota Subulussalam dan Krueng Mane, Aceh Utara. Dua orang tewas dan 20 orang lainnya luka-luka dalam dua insiden terpisah itu.
Di Subulussalam, laka lantas terjadi saat Sempati Star BL 7558 AA dari arah Medan, Sumatera Utara (Sumut) naik sebuah tanjakan terjal di kawasan Kedabuhen, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Kamis (18/1) sekitar pukul 04.30 WIB. “Kejadiannya masih pagi sekali, persis menjelang subuh. Kami langsung ke tempat kejadian,” kata Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian Milyardin SI melalui Kasatlantas AKP Sukrif Aipda Hasbullah.
Bus Sempati Star juga mengalami laka lantas di wilayah Aceh Utara kemarin. Kali ini, bus penumpang antarprovinsi itu menabrak seorang nenek yang sedang berjalan kaki di kawasan Keude Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, hingga tewas, sekitar pukul 05.30 WIB. Korban yang tewas, Antikah (63), warga Desa Lapang Timu, Kecamatan Gandapura, Bireuen.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Lantas AKP Yasnil Akbar Nasution, menyebutkan, kejadian ini berawal dari Sempati Star BL 7553 AA yang disopiri Abdul Rahman (35), warga Seunuddon, Aceh Utara, bergerak dari arah timur (Medan) ke barat (Banda Aceh). Mobil melaju di jalurnya dengan kecepatan sekitar 60 km per jam. Tiba-tiba nenek tersebut menyeberang jalan dari arah kiri ke kanan jalan, sehingga langsung tertabrak bus. Korban pun tewas seketika di lokasi kejadian. “Berdasarkan informasi yang kita dapatkan, diduga korban memang orang yang sedang linglung,” ujarnya.