Bidan merupakan profesi tertua di dunia dan orang yang paling dekat dengan perempuan, kehadiran seorang bidan sebagai pemberi pelayanan kesehatan di masyarakat sangat menentukan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan. Bidan adalah petugas kesehatan terdepan dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Naluri seorang perempuan yang menjadikan bidan agar senantiasa peka terhadap masalah-masalah yang dialami oleh setiap perempuan, baik itu pada masa kehamilan, persalinan dan nifas. Sentuhan seorang bidan dapat memberikan rasa nyaman dan ketenangan bagi seorang ibu dalam melewati masa-masa yang menegangkan saat menanti kelahiran si buah hati. Satu hal yang sangat membanggakan orang yang pertama dilihat bayi setelah lahir adalah bidan, dan bidan akan terus mendampingi ibu dan bayinya agar ibu dan bayi sehat.
Akankah kita berpangku tangan wahai profesi bidan? Mari kita laksanakan tugas mulia ini sebagai pendamping kesehatan seluruh ibu di mayapada. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kita harus terus mempersiapkan diri menghadapi tantangan global, kita tingkatkan kompetensi kita sesuai evidance Based Medicine sampai tingkat yang profisien untuk berkompetisi membangun generasi generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas.