Ketika keberadaan puisi dipandang sebelah mata oleh sebagian orang, di mata seorang Moh. Ghufron Cholid, puisi menjadi semacam amunisi untuk menegaskan cinta pada almamater tercinta.
Malam ini saya bertemu dengan puisi yang diberi judul kesaksian yang anggun, sahabat steemian bisa langsung mengklik link tersebut agar bisa langsung berpapasan, menyerap saripati yang dikandung dalam puisi karya Moh. Ghufron Cholid https://steemit.com/deguppuisi/@mghufroncholid31/degup-puisi-1-kesaksian-yang-anggun-2ee43f3361eee
Ikatan bathin begitu mengental seerat udara untuk bernafas, seberarti ombak bagi laut, seartistik sepoi bagi angin.
Dalam puisi tersebut kita bisa mengamati sosok Moh. Ghufron Cholid () memperlakukan Al-Amien Prenduan. Puisi telah benar-benar dinafasi cinta. Penyair secara runtun mengisahkan betapa erat hubungannya dengan almamater tercinta bernama Al-Amien Prenduan.
Cintanya kepada Al-Amien Prenduan tak berubah kfndati statusnya mulai dari seorang jomblo menjadi seorang lelaki berstatus suami, kecintaan pada Al-Amien Prenduan diperkenalkan dengan sangat anggun tanpa keraguan sedikitpun.
Membaca puisi ini berulang-ulang sampai tuntas kita semakin mengerti bahwa menulis puisi bukanlah kegiatan yang sia-sia alias tak berguna karena ternyata puisi bisa digunakan untuk mdngutarakan kesaksian yang anggun.
Di samping itu, kita seakan mendapat pelajaran bahwa status diri mulai dari jomblo, menikah sampai punya buah hati boleh saja berubah namun kecintaan kepada almamater yang dilapisi ketulusan takkan pernah luntur.
Saya bersyukur bisa bertemu dengan puisi yang ditulisnya kali ini, paling tidak puisi ini memiliki manfaat untuk menumbuhkan ruhul mahabbatullah kepada almamater yang telah banyak berjasa membentuk sukma dalam syukur dan tafakur.
Sebagai steemian Madura yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren paling tidak puisi ini sangat bermanfaat bagi saya untuk memantik kecintaan kepada tsnah pesantren yang telah banyak memberi warna laku yang penuh ridha.
Sayapun dengan bangga bisa menyebut puisi ini sebagai jalan dakwah meningkatkan stamina kecintaan pada almamater.
Madura, 7 Agustus 2018