Malam kerap menyajikan renungan dan saya pun bertemu dengan puisi Gizi Cinta by dan sayapun memilih puisi ini untuk dianalisa dalam rubrik #bidikpuisi24.
menghadirkan puisi ini dalam dua bait, bait pertama
menulis, gizi cinta/kesetiaan/binar di mata/di jiwa//
Menurut bisa dikatakan cinta memiliki gizi jika kesetiaan binar di mata, binar di jiwa. Kesetiaan mestilah merias tiap pandang baik secara lahiriah maupun bathiniah.
Dalam bait kedua menulis, gizi cinta//pengertian/yang tak kehilangan rupa/ketabahan/yang tak redup aura/dan doa/tak kehilangan sir dan gema//
Dikatakan memiliki gizi cinta bila pengertian, ketabahan dan doa masih dimiliki seorang pecinta jika komponen ini hilang atau tertimbun maka lambat laun cinta kehilangan detaknya.
Paling tidak lewat puisi berjudul Gizi Cinta karya , kita memiliki tambahan referensi agar cinta yang kita miliki awet dan bertabur berkah.
Madura, 1 September 2018