Saat ini teknologi blockchain banyakdigunakan oleh berbagai institusi kelas dunia, mulai dari IBM hingga PBB. Di Indonesia sendiri, teknologi ini sempat jadi perbincangan dengan menanjaknya tren bitcoin, cryptocurrency yang dijalankan dengan platform blockchain. Sejak diluncurkan pada tahun 2009, teknologi ini digadang-gadang sebagai platform yang paling transparan.Kok bisa? Yuk kita pahami dulu cara kerjanya.
Pencatatan Tanpa Perantara
Bayangkan blockchain sebagai buku besar digital yang terdesentralisasi dan terdistribusikan secara publik yang dimanfaatkan untuk mencatat setiap transaksi yang kamu lakukan pada banyak komputer. Buku ini terdiri dari banyak blok yang setiap bloknya menyimpan transaksi dan terhubung dengan hash kriptografis dari blok-blok sebelumnya dan membentuk rantai.
Dengan desentralisasi data, yang berarti menyimpan data di seluruh jaringan, blockchain inilebih aman dibandingkan penyimpanan data yang terpusat. Data yang direkam pada blockchain bersifat publik dan dapat diverifikasi. Karena tidak ada perantara berupa server terpusat, data menjadi lebih sulit diretas karena berada di jutaan lokasi penyimpanan dalam bentuk node.
Jika Kamu Masih Belum Mengerti Juga
Jika penjelasan di atas masih sulit untuk dicerna juga, mari kita bayangkan sesuatu yang lebih sederhana. Bayangkan kamu pergi ke suatu pusat perbelanjaan dan membeli berbagai bahan makanan untuk persediaan rumahmu. Karena membawa uang cash yang terlalu banyak cukup ribet, kamu pun memutuskan untuk membayar dengan kartu kredit kamu.
Nah, transfer pun terjadi dari akun kamu ke akun pusat perbelanjaan tersebut melalui adanya pihak ketiga yang terpercaya, yaitu bank penerbit kartu kredit kamu. Tapi, bagaimana kalau sewaktu-waktu kartu kredit kamu dibobol oleh seorang hacker? Karena data yang tersimpan bersifat terpusat, yaitu ada dalam server bank, hacking lebih mudah dilakukan daripada data yang disimpan dengan blockchain, karena datanya tersebar dalam jutaan lokasi penyimpanan.
Jaringan yang Transparan
Dibandingkan teknologi perekaman data yang bersifat tradisional, blockchain lebih transparan karena terbuka untuk publik. Namun, hanya penggunanya saja yang memiliki hak untuk mengatur dan memonetisasi informasinya melalui sebuah private key.
Wah, sepertinya teknologi ini bagus sekali ya untuk diterapkan dalam pencatatan pajak. Semua orang bisa mengawasi pencatatan pajak negara kita dan korupsi pun bisa diminimalisir. Bagaimana menurut kamu?